TETRASIKLIN

Banyak orang telah mengetahui macam macam dari antibiotik yang sangat bermanfaat bagi mereka. Namun tidak banyak orang mengetahui dari manakah zat anti mikroba tersebut didapat dan bagaimana pula penggunaanya dengan baik dan benar. Nah, karena hal itu kita bahas nih salah satu golongan  antibiotik yang mungkin pernah kita pakai… yap! TETRASIKLIN.

Tetrtrasiklin pertama kali ditemukan oleh Lloyd Conover, dan di patenkan pada tahun 1955. Antibiotik golongan tetrasiklin yang pertama ditemukan adalah klortetrasiklin yang dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens. Kemudian ditemukan oksitetrasiklin dari Streptomyces rimosus.

Untuk definisinya sendiri, menurut buku Farmakope Indonesia edisi 3 tertulis bahwa Tetrasiklin adalah zat anti mikroba yang diperolah dengan cara deklorrinasi klortetrasiklina, reduksi oksitetrasiklina, atau dengan fermentasi. Dalam buku Farmakologi dan terapi edisi 5, menambahkan bahwa Tetrasiklin merupakan basa yang sukar larut dalam air, tetapi bentuk garam natrium atau garam HClnya mudah larut. Dalam keadaan kering, bentuk basa dan garam HCl tetrasiklin bersifat relatif stabil. Dalam larutan, kebanyakan tetrasiklin sangat labil sehingga cepat berkurang potensinya.

struktur tetrasiklin

Tabel 1. Struktur kimia golongan tetrasiklin (1)

Jenis tetrasiklin

Gugus

R1 R2 R3
1. Klortetrasiklin -Cl -CH3,-OH -H, -H
2. Oksitetrasiklin -H -CH3, -OH -OH, -H
3. Tetrasiklin -H -CH3,-OH -H, -H
4. Demeklosiklin -Cl -H,-OH -H, -H
5. Doksisiklin -H -CH3, -H -OH, -H
6. Minosiklin -N(CH3)2 -H, -H -H, -H

ini adalah beberapa contoh penyakit yang dapat di obati dengan golongan tetrasiklin :

1. Infeksi Klamidia

  • Limfogranuloma venereum.

Untuk penyakit ini golongan tetrasiklin merupakan obat pilihan utama. Pada infeksi akut diberikan terapi selama 3-4 minggu dan untuk keadaan kronis diberikan terapi 1-2 bulan. Empat hari setelah terapi diberikan bubo mulai mengecil.

  • Psikatosis

Pemberian golongan tetrasiklin selama beberapa hari dapat mengatasi gejala klinis. Dosis yang digunakan ialah 2 gram per hari selama 7-10hari atau 1 gram per hari selama 21 hari.

  • Trakoma

Pemberian salep mata golongan tetrasiklin yang dikombinasikan dengan doksisiklin oral 2 x 100 mg/hari selama 14 hari memberikan hasil pengobatan yang baik.

2. Infeksi Basil

  • Bruselosis

Pengobatan dengan golongan tetrasiklin memberikan hasil baik sekali untuk penyakit ini. Hasil pengobatan yang memuaskan biasanya didapat dengan pengobatan selama 3 minggu. Untuk kasus berat, seringkali perlu diberikan bersama streptomisin 1gram sehari IM.

  • Tularemia

Obat pilihan utama untuk penyakit ini sebenarnya ialah streptomisin, tetapi terapi dengan golongan tetrasiklin juga memberikan hasil yang baik.

  • Kolera

Doksisiklin dosis tunggal 300 mg merupakan antibiotik yang efektif untuk penyakit ini. Pemberian dapat mengurangi volume diare dalam 48 jam.

berikut ini contoh obat yang mengandung tetrasiklin antara lain :

  1. Conmycin

Komposisi              : Tetracycline HCL

Indikasi                  : Infeksi karena organisme yang peka terhadap tetrasiklin

Dosis                      : 1 kaps 4 x/ hr. Brucellosis 500 mg 4 x/hr selama 3 minggu.      Sifilis 30-40 g dalam dosis terbagi selama 15 hr.

Penggunaan obat    : Berikan pada saat perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air, dalam posisi tegak. Dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada GI.

Kontra Indikasi       : Riwayat hipersensitivitas terhadap tetrasiklin. Hamil, anak <12 tahun.

Efek samping          : Anoreksia, mual, muntah, diare, gossitis, disfagia, enterokolitis, lesi inflamasi, ruam makulopapular dan eritematosa, fotosensitif.

2. Corsamycin

Komposisi              : Oxytetracycline HCl

Indikasi                  : Bronkitis akut dan kronis termasuk pencegahan eksaserbasi akut, bronkopneumonia dan atipikal pneumonia disebabkan oleh mikoplasma pneumonia, bronkiektasis terinfeksi, bronkiolitis, otitis media, angina vincenti, infeksi traktus urinatius, uretritis non-GO, infeksi bakteri pada trakusGI dan biliaris, infeksi jaringan lunak, infeksi pasca persalinan (endometritis), meningitis dan endokarditis, akne vulgaris, GO dan sifilis yang tidak sesuai dengan penisilin. Granuloma inguinal dan khankroid, bruselosis, kolera, amubasis, tifus dan Q-fever, psikatosis dan limfogranuloma venereum, trakoma.

Dosis                      : Dewasa 250-500mg tiap 6 jam selama 5-10 hari (untuk kebanyakan infeksi). Infeksi nafas seperti eksaserbasi akut bronkitis dan pneumonia karena mikoplasma 500 mg 4 x/hr. Profilaksis infeksi saluran respiratorius 250 mg 2-3 x/hr. GO dan sifilis, bruselosis total dosis 2-3 g/hr.

Penggunaan Obat   : Berikan pada saat perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.

Kontra Indikasi       : Hipersensitif, gangguan ginjal. Hamil, anak < 7 tahun.

Efek samping          : Gangguan GI, gatal di anus dan vulva. Perubahan warna gigi dan hipoplasia pada anak, hambatan pertumbuhan tulang sementara. Dosis tinggi: uremia.

nah, setelah sedikit mengetahui apa itu tetrasiklin, bagaimana gol.antibiotik tersebut di dapat, dan contoh-contoh obatnya, maka kita akan lebih paham dalam penggunaan tetrasiklin tersebut. Semoga dapat bermaanfaat untuk kita semua. :)

lebih lengkapnya dapat di unduh disini.. :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s